Selasa, 06 Mei 2014

Anekdot Banjir

Nama     : Eka Yuliani
Kelas      : X IPA 7
Sekolah  :SMAN 24 Bandung
Tema      : Fenomena Alam
Teks       : Anekdot



Pada suatu pagi di ahri Minggu, terdapat banyak caleg yang mendatangi para korban banjir bandang. Salah satu caleg yang bernama Udin tak ketinggalan untuk ikut mendatangi korban banjir. Tak disangka pada saat yang sama datang wartawan yang meliput para korban banjir. Udin yang tadinya bersikap biasa saja, kini berubah menjadi lebih semangat. Udin berusaha mencari perhatian dari kamera wartawan agar dia lebih terkenal dan dipilih pada saat pemilu.

Namun pada saat Udin berusaha masuk ke tempat banjir, tiba-tiba dia terperosok ke dalam got lalu terbawa arus banjir. Dia berusaha untuk naik ke tepian, namun arus banjir cukup kuat sehingga menghanyutkan Udin.

Tim SAR dibantu oleh warga lalu menyelamatkan Udin yang hanyut belum terlalu jauh. Udin lalu dibawa ke posko kesehatan. Pada saat itu posko penuh dengan orang pingsan. Udin kaget karena orang-orang pingsan tersebut adalah para caleg yang ia kenal. Udin lebih kaget lagi ketika ia melihat tulisan yang tertera di dinding : "Ya Allah, hanyutkanlah mereka yang tak ikhlas". Melihat tulisan itu Udin pun akhirnya pingsan!

Bencana Alam Tak Berkesudahan

Nama    : Eka Yuliani
Kelas     : X IPA 7
Sekolah : SMAN 24 Bandung
Tema     : Fenomena Alam
Teks       : Eksposisi




Bencana Alam Tak Berkesudahan

Pernyataan Pendapat
Bencana alam dapat terjadi dimanapun dan kapanpun, tak terkecuali di Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulawan yang rawan bencana alam. Itulah sebabnya Indonesia banyak mengalami bencana alam terutama gempa bumi.

Argumentasi 1
Pertama, bencana alam dapat disebabkan oleh faktor alam maupun manusia. Manusia memiliki peran cukup penting dalam terjadinya bencana alam. ketidaksadaran mendorong manusia untuk mengabaikan bagaimana pentingnya menjaga alam.

Argumentasi 2
Kedua, faktor lainnya adalah alam. Perubahan cuaca yang ekstrem dapat menjadi salah satu penyebab bencana alam. keadaan alam yang tidak seimbang mempermudah terjadinya bencana alam.

Argumentasi 3
Selain itu, dampak dari pemanasan global memberi peluang besar untuk terjadinya bencana alam. membuang sampah pada tempatnya merupakan langkah kecil untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir. Sebagai manusia, kita harusnya memiliki kesadaran bahwa menjaga keseimbangan alam sangatlah penting bagi kelangsungan hidup manusia. 

Argumentasi 4
Terakhir, selain melakukan pencegahan kita juga harus tahu bagaimana cara menanggulangi bencana alam tersebut. Melakukan penyuluhan atau sosialisasi merupakan hal penting yang dapat dilakukan demi mendapatkan informasi yang maksimal dan terarah.

Pernyataan Ulang Pendapat
Dengan demikian, bencana alam yang dialami oleh kita bisa disebabkan oleh manusia maupun oleh alam itu sendiri. Mencegah dan menanggulangi bencana alam adalah langkah penting untuk menghindari bencana alam, terutama yang disebabkan oleh manusia.

Senin, 05 Mei 2014

Bencana Alam Di Indonesia

Nama      : Eka Yuliani
Kelas       : X IPA 7
Sekolah   : SMAN 24 BANDUNG
Tema       : Fenomena Alam
TEKS       : LAPORAN


 Bencana Alam di Indonesia

Pernyataan Umum/Kasifikasi
Indonesia memiliki  letak geografis pada posisi pertemuan 4 lempeng tektonik, merupakan wilayah yang rawan bencana. Beberapa faktor bencana juga dapat disebabkan oleh perubahan cuaca yang eksterm. Di Indonesia banyakterjadi bencana alam yang banyak merenggut korban jiwa.

Anggota/Aspek yang Dilaporkan
1. Bencana Alam di Indonesia
Beberapa bentuk bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Tsunami 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam. Korban lebih 200.000 orang 
b.  Gunung Tambora (atau Tomboro) di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) meletus, tahun 1815. Korban 92.000 orang
c. Tsunami Gunung Krakatau (letaknya di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra) meletus, 26 Agustus 1883. Korban 36.417 orang
d. Gempa tektonik 6.2 SR di Yogyakarta, 27 Mei 2006. Korban 6.234 orang 
e. Gempa Bumi Sumatera Barat, 30 September 2009. Korban 6.234orang
f.  Gunung Kelud (Kediri Jawa Timur), meletus 19 Mei 1919. Korban 5.115 orang.
g. Tsunami Ende, Flores-Nusa Tenggara Timur, 12 Disember 1992. Korban 2100 orang

2. Cara Menanggulangi Bencana Alam
Meskipun Bencana alam sulit diprediksi, tetapi kita melakukan penganggulangan dangan cara sebagai berikut.
a.mengelola sumber daya alam secara bijak dan memanfaatkan dengan baik.
b. Tidak membuang sampah sembarangan
c. Tidak melakukan penebangan pohon secara liar
d. Lakukan reboisasi atau penghijauan agar hutan berfungsi dengan baik
e.  Membuat Sistem Peringatan dini
f.  Penyuluhan dan penyebarluasan Informasi




SUMBER :
- http://sayatamma01.wordpress.com/2012/12/17/cara-menanggulangi-bencana-alam/
- http://lajudunia.blogspot.com/2012/12/11-bencana-alam-terbesar-di-indonesia.html?m=1